Cara Custom Domain Blogspot di Cloudflare Tanpa Error SSL
![]() |
| Cara Custom Domain Blogspot di Cloudflare Tanpa Error SSL |
Menghubungkan domain sendiri ke Blogger sebenarnya cukup sederhana. Masalah biasanya mulai muncul ketika domain tersebut juga dikelola melalui Cloudflare.
Kesalahan kecil pada DNS atau pengaturan SSL dapat membuat blog tidak bisa dibuka dan menampilkan pesan seperti:
Error 522: Connection timed out
Error 526: Invalid SSL certificate
domain masih mengarah ke Blogspot
HTTPS belum tersedia
HTTPS redirect belum bisa diaktifkan
Blogger gagal memverifikasi domain
domain
wwwbisa dibuka tetapi domain utama tidakatau sebaliknya
Saya sendiri lebih menyarankan untuk tidak terburu-buru mengaktifkan semua fitur Cloudflare sebelum koneksi Blogger benar-benar normal.
Prinsipnya sederhana:
Pastikan Blogger berhasil mengenali domain terlebih dahulu. Setelah itu baru rapikan pengaturan Cloudflare dan HTTPS.
Dalam artikel ini kita akan membahas konfigurasi dari awal sampai troubleshooting Error 522 dan 526.
Gambaran Konfigurasi yang Akan Kita Buat
Misalnya kita mempunyai:
Domain:
contoh.com
Alamat Blogger:
contoh.blogspot.com
Target akhirnya:
https://www.contoh.com
↓
Blogger
Sedangkan:
https://contoh.com
↓
redirect
↓
https://www.contoh.com
Secara sederhana alurnya:
Pengunjung
│
▼
Cloudflare DNS
│
▼
Google Blogger
│
▼
Blog Anda
Blogger sendiri meminta CNAME utama untuk subdomain yang digunakan, biasanya www, menuju ghs.google.com. Selain itu Blogger memberikan CNAME keamanan kedua yang unik untuk setiap blog dan akun Google.
1. Sebelum Mengubah DNS, Pahami Dulu Perannya
Ada tiga layanan yang terlibat:
Blogger
Blogger adalah tempat website dan konten blog berada.
Registrar
Registrar adalah tempat domain Anda dibeli.
Contohnya:
Rumahweb
Domainesia
IDCloudHost
Niagahoster
Namecheap
dan lainnya.
Cloudflare
Cloudflare digunakan sebagai pengelola DNS dan dapat menjadi proxy/CDN serta lapisan keamanan.
Kalau nameserver domain sudah diarahkan ke Cloudflare, maka DNS domain sebaiknya dikelola dari:
Cloudflare
→ DNS
→ Records
Bukan lagi dari DNS provider lama.
2. Masuk ke Pengaturan Custom Domain Blogger
Login ke Blogger.
Kemudian pilih:
Setelan → Publikasi → Domain kustom
Masukkan domain yang ingin digunakan.
Contohnya:
www.contoh.com
Kemudian klik Simpan.
Pada tahap ini Blogger biasanya menampilkan pesan bahwa domain belum dapat diverifikasi.
Jangan panik.
Justru informasi yang muncul pada tahap ini sangat penting.
Blogger biasanya memberikan dua CNAME:
CNAME pertama
www
→
ghs.google.com
CNAME kedua
Contohnya:
xxxxxxx
→
gv-xxxxxxxxxxxxxxxx.dv.googlehosted.com
Jangan menyalin contoh CNAME kedua di artikel ini.
Nilainya berbeda untuk setiap blog dan akun Google. Gunakan nilai yang diberikan langsung oleh Blogger. Google juga menjelaskan bahwa CNAME keamanan tersebut bersifat spesifik untuk blog dan akun Google masing-masing.
3. Buka DNS Cloudflare
Login ke Cloudflare.
Pilih domain Anda.
Kemudian buka:
DNS → Records
Di sinilah kita memasukkan konfigurasi yang diberikan Blogger.
4. Tambahkan CNAME www
Buat record:
| Type | Name | Target | Proxy |
|---|---|---|---|
| CNAME | www | ghs.google.com | DNS Only |
Jadi:
Type:
CNAME
Name:
www
Target:
ghs.google.com
Proxy status:
DNS Only
Untuk tahap konfigurasi awal Blogger, saya menyarankan menggunakan DNS Only, bukan Proxied.
Dengan DNS Only, Cloudflare hanya memberikan jawaban DNS dan koneksi tidak dilewatkan melalui proxy Cloudflare.
5. Tambahkan CNAME Verifikasi Blogger
Sekarang masukkan CNAME kedua yang diberikan Blogger.
Misalnya Blogger memberikan:
Name:
abc123xyz
Target:
gv-abc123xyz.dv.googlehosted.com
Maka masukkan:
| Type | Name | Target | Proxy |
|---|---|---|---|
| CNAME | abc123xyz | gv-abc123xyz.dv.googlehosted.com | DNS Only |
Sekali lagi, jangan menggunakan nilai contoh.
Gunakan nilai yang muncul pada dashboard Blogger Anda.
Screenshot Konfigurasi DNS Cloudflare
[MASUKKAN SCREENSHOT CLOUDFLARE DNS DI SINI]
Gambar 1. Contoh konfigurasi DNS Cloudflare untuk custom domain Blogger. Pastikan screenshot memperlihatkan record www → ghs.google.com dan CNAME verifikasi Blogger. Nilai token verifikasi sebaiknya disamarkan jika screenshot dipublikasikan.
Tips: Untuk artikel yang benar-benar berbasis pengalaman, gunakan screenshot dashboard Cloudflare Anda sendiri. Jangan menggunakan screenshot dengan domain orang lain karena dapat membingungkan pembaca.
6. Bagaimana dengan Domain Tanpa www?
Ini bagian yang sering membuat pengguna bingung.
Misalnya Anda ingin:
https://contoh.com
otomatis menuju:
https://www.contoh.com
Blogger menyediakan konfigurasi khusus untuk root domain.
Google mendokumentasikan empat A record berikut untuk domain tanpa www:
@ → 216.239.32.21
@ → 216.239.34.21
@ → 216.239.36.21
@ → 216.239.38.21
Di Cloudflare bentuknya menjadi:
| Type | Name | IPv4 | Proxy |
|---|---|---|---|
| A | @ | 216.239.32.21 | DNS Only |
| A | @ | 216.239.34.21 | DNS Only |
| A | @ | 216.239.36.21 | DNS Only |
| A | @ | 216.239.38.21 | DNS Only |
Google juga memperingatkan bahwa jika sudah ada A record lain untuk root domain, record tersebut perlu diperiksa/dihapus agar tidak bentrok dengan konfigurasi Blogger.
7. Jangan Mencampur A Record Lama
Misalnya Cloudflare Anda sebelumnya mempunyai:
A
@
192.0.2.10
sementara Blogger membutuhkan:
A
@
216.239.32.21
Jangan membiarkan konfigurasi lama yang menunjuk ke hosting lain tanpa memahami fungsinya.
DNS yang salah dapat menyebabkan:
contoh.com
menuju server lama sementara:
www.contoh.com
menuju Blogger.
Akibatnya perilaku domain menjadi tidak konsisten.
8. Tunggu Propagasi DNS
Setelah DNS disimpan, jangan langsung panik jika Blogger belum mendeteksi perubahan.
Google menyebut perubahan DNS dapat membutuhkan waktu untuk diterapkan dan dalam beberapa kasus bisa mencapai 24–48 jam.
Namun sering kali perubahan sudah terlihat jauh lebih cepat.
Anda dapat memeriksa DNS menggunakan:
nslookup
atau layanan pengecekan DNS.
Yang ingin kita pastikan adalah:
www.contoh.com
↓
ghs.google.com
9. Kembali ke Blogger
Setelah DNS sudah benar, kembali ke:
Blogger → Setelan → Publikasi
Masukkan kembali:
www.contoh.com
Kemudian klik Simpan.
Jika CNAME sudah benar, Blogger seharusnya dapat memverifikasi domain.
Setelah berhasil, aktifkan:
Alihkan domain
sehingga:
contoh.com
diarahkan ke:
www.contoh.com
10. Aktifkan HTTPS Blogger
Sekarang masuk ke bagian:
Setelan → HTTPS
Pastikan:
Ketersediaan HTTPS:
Aktif
Kemudian:
Pengalihan HTTPS:
Aktif
Jangan langsung panik jika HTTPS belum tersedia.
Google menjelaskan bahwa setelah domain custom disiapkan, Blogger membutuhkan waktu untuk membuat atau memperbarui sertifikat SSL. Jika menggunakan CAA record, Google juga secara khusus menyebut bahwa letsencrypt.org harus diizinkan agar Blogger dapat membuat atau memperpanjang sertifikat SSL.
11. Hati-Hati dengan CAA Record
Ini adalah salah satu penyebab yang sering terlupakan.
Misalnya DNS Anda memiliki:
CAA
@
0 issue "sectigo.com"
Artinya hanya CA tertentu yang diizinkan menerbitkan sertifikat.
Jika Blogger membutuhkan Let's Encrypt dan CAA Anda tidak mengizinkannya, penerbitan atau perpanjangan SSL dapat bermasalah.
Google secara eksplisit menyebut bahwa jika domain custom menggunakan CAA, Anda harus menambahkan:
letsencrypt.org
agar Blogger dapat membuat dan memperpanjang sertifikat SSL.
Jadi jika HTTPS Blogger tidak kunjung tersedia, jangan hanya memeriksa CNAME.
Periksa juga:
DNS → CAA
12. Mengapa Saya Menyarankan DNS Only?
Ini bagian yang cukup penting.
Cloudflare memiliki dua mode pada DNS record:
DNS Only
Ikon awan abu-abu.
Cloudflare hanya memberikan layanan DNS.
Visitor
↓
Google Blogger
Proxied
Ikon awan oranye.
Traffic melewati jaringan Cloudflare:
Visitor
↓
Cloudflare
↓
Google Blogger
Untuk konfigurasi awal custom domain Blogger, saya lebih memilih DNS Only agar kita mengurangi satu lapisan yang dapat mengganggu proses troubleshooting.
Setelah domain stabil, barulah pengaturan Cloudflare dapat dievaluasi lagi berdasarkan kebutuhan.
13. Error 522: Connection Timed Out
Sekarang kita masuk ke masalah pertama.
Jika muncul:
Error 522
Connection timed out
Cloudflare menjelaskan bahwa Error 522 terjadi ketika Cloudflare tidak mendapatkan respons yang diperlukan dari origin server dalam batas waktu tertentu. Salah satu penyebab umum adalah koneksi Cloudflare ke origin terblokir atau tidak mendapatkan respons.
Pada website yang benar-benar menggunakan server sendiri, penyebabnya dapat berupa:
firewall,
server down,
IP Cloudflare diblokir,
konfigurasi jaringan,
port 80/443,
atau origin terlalu lambat.
Tetapi pada Blogger ada satu hal penting:
Jangan langsung menganggap Blogger sedang down.
Periksa dulu apakah record Blogger Anda sedang menggunakan proxy Cloudflare.
14. Solusi Error 522 pada Blogger
Buka:
Cloudflare → DNS → Records
Periksa:
www
Jika terlihat:
Proxied
ubah menjadi:
DNS Only
Lakukan hal yang sama pada record yang digunakan Blogger untuk verifikasi.
Kemudian tunggu beberapa menit dan coba:
https://www.contoh.com
Jika website kembali normal, kemungkinan masalahnya berkaitan dengan jalur proxy Cloudflare dan origin Google.
15. Jangan Asal Mengganti SSL Mode untuk Error 522
Error 522 dan 526 memiliki sumber masalah yang berbeda.
Jangan melakukan:
522
↓
ganti SSL
↓
semoga berhasil
Karena 522 adalah masalah koneksi ke origin, sedangkan 526 berkaitan dengan validasi sertifikat origin.
Cloudflare sendiri menjelaskan bahwa 522 adalah connection timed out, sedangkan 526 adalah invalid SSL certificate.
16. Error 526: Invalid SSL Certificate
Error berikut:
Error 526
Invalid SSL certificate
memiliki arti berbeda.
Cloudflare tidak dapat memvalidasi sertifikat SSL pada origin.
Menurut dokumentasi Cloudflare, Error 526 biasanya terjadi ketika:
SSL/TLS Mode:
Full (strict)
tetapi sertifikat pada origin tidak memenuhi persyaratan validasi.
17. Mengapa Full (Strict) Bisa Menimbulkan 526?
Pada mode:
Full (strict)
Cloudflare tidak hanya mengenkripsi koneksi.
Cloudflare juga memvalidasi sertifikat yang diberikan oleh origin.
Sertifikat harus:
masih berlaku,
diterbitkan oleh CA yang dipercaya,
atau Cloudflare Origin CA,
dan hostname harus cocok dengan sertifikat.
Jadi kalau origin memberikan sertifikat yang tidak cocok, Cloudflare dapat menghasilkan:
526
18. Cara Troubleshooting Error 526
Jika Anda mengalami 526, buka:
Cloudflare → SSL/TLS → Overview
Periksa:
Encryption mode
Jika:
Full (strict)
sementara origin belum memiliki sertifikat yang dapat divalidasi, 526 sangat mungkin terjadi.
Cloudflare menyediakan opsi Full yang tidak memvalidasi sertifikat origin seperti Full (strict). Namun Cloudflare sendiri menjelaskan bahwa Full memiliki risiko keamanan lebih rendah dibanding Full (strict), sehingga Full (strict) lebih disarankan bila origin memang memenuhi persyaratannya.
19. Tetapi Bagaimana dengan Blogger?
Untuk Blogger, jangan buru-buru mengubah SSL Cloudflare hanya karena melihat Error 526.
Pertama-tama lakukan:
1. DNS record Blogger → DNS Only
2. Pastikan CNAME benar
3. Pastikan A record benar
4. Pastikan HTTPS Blogger tersedia
5. Pastikan HTTPS redirect aktif
6. Baru evaluasi apakah proxy Cloudflare memang diperlukan
Dengan kata lain:
selesaikan konfigurasi Blogger terlebih dahulu, kemudian optimalkan Cloudflare.
20. Screenshot Pengaturan SSL Cloudflare
[MASUKKAN SCREENSHOT CLOUDFLARE SSL/TLS DI SINI]
Gambar 2. Tampilan menu SSL/TLS Cloudflare yang digunakan untuk memeriksa Encryption Mode ketika melakukan troubleshooting Error 526.
Jika screenshot berasal dari akun sendiri, Anda dapat menandai bagian:
SSL/TLS
↓
Overview
↓
Encryption mode
Jangan menampilkan informasi akun yang tidak diperlukan.
21. Tabel Perbedaan Error 522 dan 526
| Error | Arti | Fokus Pemeriksaan |
|---|---|---|
| 522 | Cloudflare timeout menghubungi origin | DNS, proxy, koneksi origin |
| 526 | Sertifikat origin tidak dapat divalidasi | SSL/TLS, sertifikat origin |
| Blogger verification error | Domain belum berhasil diverifikasi | CNAME Blogger |
| HTTPS unavailable | Sertifikat Blogger belum siap | HTTPS Blogger, DNS, CAA |
Ini penting karena solusi masing-masing berbeda.
22. Checklist DNS Blogger + Cloudflare
Jika ingin konfigurasi yang sederhana, gunakan pola berikut:
CNAME
www
→
ghs.google.com
CNAME verifikasi
[token dari Blogger]
→
[target dari Blogger]
A record root domain
@
→
216.239.32.21
@
→
216.239.34.21
@
→
216.239.36.21
@
→
216.239.38.21
Google mendokumentasikan empat alamat IP tersebut untuk mengarahkan domain tanpa www ke Blogger.
Untuk tahap awal, gunakan:
DNS Only
23. Screenshot DNS Final
[MASUKKAN SCREENSHOT DNS FINAL DI SINI]
Gambar 3. Contoh struktur DNS Cloudflare setelah konfigurasi custom domain Blogger selesai. Record Blogger ditampilkan sebagai DNS Only agar proses diagnosis lebih sederhana.
Idealnya screenshot memperlihatkan:
A @ 216.239.32.21 DNS Only
A @ 216.239.34.21 DNS Only
A @ 216.239.36.21 DNS Only
A @ 216.239.38.21 DNS Only
CNAME www ghs.google.com DNS Only
CNAME token gv-xxxx... DNS Only
Token verifikasi boleh disensor sebelum screenshot dipublikasikan.
24. Kesalahan yang Sering Terjadi
Salah 1 — www diarahkan ke domain sendiri
Misalnya:
www
→
contoh.com
Padahal Blogger meminta:
www
→
ghs.google.com
Ini salah.
Salah 2 — CNAME verifikasi tidak dibuat
Pengguna hanya membuat:
www → ghs.google.com
tetapi lupa CNAME kedua yang diberikan Blogger.
Akibatnya Blogger tetap gagal memverifikasi kepemilikan domain.
Salah 3 — DNS record menggunakan Proxied sejak awal
Ini membuat troubleshooting menjadi lebih rumit karena traffic melewati Cloudflare.
Untuk konfigurasi awal:
DNS Only
lebih mudah digunakan.
Salah 4 — Menghapus semua DNS tanpa mengetahui fungsinya
Jangan melakukan:
"Hapus semua record supaya bersih."
Bisa saja domain memiliki:
MX email,
TXT SPF,
DKIM,
DMARC,
verifikasi Google,
layanan pihak ketiga.
Yang perlu diubah adalah record yang berhubungan dengan website Blogger, bukan seluruh DNS.
Salah 5 — Mengaktifkan Full Strict tanpa memahami origin
Full (strict) membutuhkan sertifikat origin yang valid dan sesuai hostname. Jika persyaratan tersebut tidak terpenuhi, Cloudflare dapat menghasilkan 526.
25. Urutan Troubleshooting yang Saya Rekomendasikan
Kalau domain Blogger mengalami masalah, jangan mengubah banyak pengaturan sekaligus.
Gunakan urutan berikut:
1. Periksa Blogger
↓
2. Periksa CNAME
↓
3. Periksa A record
↓
4. Pastikan DNS Only
↓
5. Tunggu propagasi
↓
6. Verifikasi custom domain
↓
7. Aktifkan HTTPS Blogger
↓
8. Aktifkan HTTPS redirect
↓
9. Tes domain
↓
10. Baru evaluasi proxy Cloudflare
Dengan cara ini kita dapat mengetahui perubahan mana yang benar-benar menyelesaikan masalah.
26. Cara Mengetahui Masalah Ada di DNS atau Cloudflare
Jika website gagal dibuka, periksa DNS terlebih dahulu.
Untuk Linux/macOS:
dig www.contoh.com
Untuk Windows:
nslookup www.contoh.com
Perhatikan apakah:
www.contoh.com
mengarah ke:
ghs.google.com
atau ke target yang salah.
Cloudflare juga menyediakan diagnostic headers pada error yang dibuat oleh jaringan Cloudflare. Header seperti cf-error-type dapat membantu membedakan masalah DNS/routing dan masalah konektivitas origin.
27. Jangan Menggunakan Cloudflare sebagai "Obat" untuk Semua Error
Cloudflare memang sangat berguna.
Tetapi Cloudflare tidak dapat memperbaiki konfigurasi Blogger yang salah.
Jika:
CNAME salah
maka Cloudflare tidak akan membuat Blogger mengenali domain secara otomatis.
Jika:
A record salah
Cloudflare juga tidak dapat mengetahui bahwa Anda sebenarnya ingin menuju Blogger.
Dan jika:
sertifikat origin tidak valid
mengaktifkan fitur Cloudflare sebanyak mungkin justru bisa membuat diagnosis semakin sulit.
28. Konfigurasi yang Paling Aman untuk Troubleshooting
Jika Anda baru pertama kali menghubungkan Blogger dengan Cloudflare, saya akan menggunakan konfigurasi sederhana:
CLOUDFLARE
A @ ───────────────► Google Blogger
DNS Only
A @ ───────────────► Google Blogger
DNS Only
A @ ───────────────► Google Blogger
DNS Only
A @ ───────────────► Google Blogger
DNS Only
CNAME www ─────────► ghs.google.com
DNS Only
CNAME verification ► Google
DNS Only
Setelah website:
https://www.contoh.com
sudah normal, HTTPS sudah aktif, dan redirect sudah bekerja, barulah Anda dapat mengevaluasi apakah record tertentu memang perlu menggunakan Cloudflare Proxy.
29. FAQ
Apakah Cloudflare wajib untuk custom domain Blogger?
Tidak.
Blogger dapat menggunakan custom domain tanpa Cloudflare. Cloudflare hanya menjadi pilihan tambahan untuk pengelolaan DNS dan layanan Cloudflare lainnya.
Apakah CNAME Blogger harus menggunakan Proxy?
Untuk konfigurasi awal dan troubleshooting, saya menyarankan DNS Only.
Tujuannya agar jalur koneksi ke Blogger lebih sederhana.
Apa penyebab Error 522?
Error 522 menunjukkan Cloudflare mengalami timeout ketika mencoba berkomunikasi dengan origin. Cloudflare menyebut koneksi yang tidak mendapatkan respons dalam batas waktu tertentu dan pemblokiran/rate limiting terhadap IP Cloudflare sebagai beberapa penyebabnya.
Apa penyebab Error 526?
Error 526 terjadi ketika Cloudflare tidak dapat memvalidasi sertifikat SSL pada origin, terutama ketika menggunakan Full (strict).
Berapa lama DNS Blogger berubah?
Google menyebut perubahan DNS dapat membutuhkan waktu dan menyarankan menunggu sebelum mencoba kembali. Dokumentasi Blogger menyebut proses tertentu dapat memerlukan hingga 24 jam, sementara dokumentasi CNAME juga menyebut perubahan DNS dapat memerlukan hingga 48 jam.
Apakah HTTPS Blogger gratis?
Ya, Blogger menyediakan HTTPS untuk custom domain. Namun sertifikat tidak selalu langsung tersedia setelah DNS selesai dikonfigurasi.
Kesimpulan
Custom domain Blogger menggunakan Cloudflare sebenarnya tidak rumit.
Yang penting adalah memahami bahwa ada beberapa lapisan yang bekerja bersama:
Domain
↓
Cloudflare DNS
↓
Google Blogger
↓
HTTPS
Untuk konfigurasi awal, fokuskan terlebih dahulu pada DNS Blogger:
www → ghs.google.com
dan CNAME verifikasi yang diberikan Blogger.
Untuk domain tanpa www, gunakan empat A record Google:
216.239.32.21
216.239.34.21
216.239.36.21
216.239.38.21
sesuai dokumentasi resmi Blogger.
Kemudian gunakan DNS Only selama proses setup dan troubleshooting.
Jika muncul 522, fokus pertama adalah masalah koneksi antara Cloudflare dan origin. Jika muncul 526, fokus pada validasi sertifikat SSL origin. Jangan menyamakan kedua error tersebut karena akar masalahnya berbeda.
Dan satu hal yang menurut saya paling penting:
Jangan mengubah lima pengaturan sekaligus ketika troubleshooting DNS.
Ubah satu hal, tes, lalu lanjutkan.
Dengan cara tersebut, Anda bukan hanya berhasil membuat custom domain Blogger aktif, tetapi juga tahu kenapa konfigurasi tersebut berhasil dan lebih mudah memperbaikinya ketika suatu hari muncul Error 522, 526, atau masalah HTTPS lainnya.
