Cara Mengatasi Artikel Blog Tidak Terindeks di Google Search Console
![]() |
| Mengatasi Artikel Blog Tidak Terindeks di Google Search Console |
Kalau pernah, jangan langsung menyimpulkan bahwa artikel tersebut rusak atau Google mengalami error.
Status tersebut justru menunjukkan bahwa Googlebot sudah mengunjungi dan melakukan crawl terhadap URL tersebut. Namun, pada saat pemeriksaan dilakukan, halaman tersebut belum dimasukkan ke indeks Google.
Masalahnya, penyebab artikel belum masuk indeks tidak selalu sama.
Bisa saja masalahnya berkaitan dengan canonical, robots meta tag, kualitas konten, kemiripan dengan halaman lain, internal linking, atau Google memang belum memilih halaman tersebut untuk dimasukkan ke indeks.
Karena itu, cara mengatasinya tidak cukup hanya dengan menekan tombol Request Indexing.
Dalam artikel ini kita akan membahas cara mengevaluasi masalah tersebut mulai dari Google Search Console, pemeriksaan teknis, kualitas artikel, internal link, hingga optimasi konten.
Apa Arti “Crawled - Currently Not Indexed”?
Crawled - currently not indexed berarti Google sudah melakukan crawl terhadap halaman, tetapi halaman tersebut belum dimasukkan ke indeks Google pada saat itu.
Ini berbeda dengan masalah seperti Blocked by robots.txt atau Excluded by noindex.
Dalam kasus Crawled - currently not indexed, Google sudah berhasil mengakses URL tersebut. Jadi, langkah pertama bukan langsung mengubah robots.txt atau memasang kode tertentu.
Google menjelaskan bahwa proses Search terdiri dari beberapa tahap, yaitu crawling, indexing, kemudian penyajian hasil pencarian. Tidak semua halaman yang berhasil di-crawl otomatis akan masuk ke indeks.
Karena itu, masalah ini perlu dilihat dari dua sisi:
- Apakah ada masalah teknis?
- Apakah halaman tersebut memang cukup bernilai untuk diindeks?
Kenapa Artikel Sudah Di-crawl tetapi Belum Terindeks?
Tidak ada satu penyebab yang berlaku untuk semua website.
Beberapa hal yang perlu diperiksa antara lain:
- Konten terlalu tipis atau belum memberikan jawaban yang lengkap.
- Artikel memiliki kemiripan tinggi dengan halaman lain.
- Artikel tidak memiliki internal link yang cukup.
- Canonical mengarah ke URL lain.
- Terdapat konfigurasi
noindex. - Konten utama sulit dipahami Google karena masalah teknis.
- Artikel belum memberikan nilai tambah yang cukup dibandingkan halaman lain.
- Struktur website membuat halaman tersebut sulit ditemukan dari halaman penting.
Google juga menjelaskan bahwa sitemap membantu menemukan URL, tetapi tidak menjamin URL tersebut akan di-crawl atau diindeks. Internal linking yang baik juga membantu Google menemukan halaman penting.
Cara Mengecek Artikel di Google Search Console
1. Buka URL Inspection
Masuk ke Google Search Console, lalu gunakan fitur URL Inspection.
Masukkan URL artikel yang mengalami masalah.
Perhatikan bagian:
- URL is on Google
- Indexing allowed?
- Crawling allowed?
- Page fetch
- Google-selected canonical
- User-declared canonical
Bagian tersebut membantu menentukan apakah masalahnya bersifat teknis atau lebih berkaitan dengan keputusan indexing.
2. Periksa hasil Live Test
Gunakan Test Live URL untuk memastikan kondisi halaman saat ini.
Jika halaman dapat diakses dan tidak diblokir, lanjutkan ke evaluasi berikutnya.
Perlu diingat, hasil Live Test menunjukkan kondisi URL ketika diuji. Status indexing tetap merupakan keputusan sistem Google dan tidak bisa dipaksa hanya melalui Search Console.
Langkah 1: Pastikan Artikel Tidak Menggunakan Noindex
Salah satu pemeriksaan teknis paling dasar adalah memastikan halaman tidak memiliki instruksi noindex.
Jika halaman memang sengaja diberi noindex, Google tidak akan memasukkannya ke hasil pencarian.
Untuk WordPress, periksa pengaturan SEO pada artikel.
Jika menggunakan Yoast SEO, buka pengaturan Advanced pada artikel dan pastikan halaman yang ingin diindeks tidak disetel untuk dikecualikan dari mesin pencari.
Jangan lupa memeriksa template atau plugin lain yang mungkin menambahkan robots meta tag.
Langkah 2: Periksa Canonical URL
Canonical memberitahu Google URL mana yang dianggap sebagai versi utama dari sebuah halaman.
Misalnya:
<link rel="canonical" href="https://contoh.com/cara-riset-keyword/" />
Jika artikel yang ingin diindeks memiliki canonical menuju URL lain, Google dapat memilih URL canonical tersebut sebagai versi utama.
Karena itu, buka URL Inspection dan bandingkan:
- User-declared canonical
- Google-selected canonical
Jika keduanya berbeda, jangan langsung mengubah canonical tanpa memahami alasannya.
Pastikan artikel yang sedang diperiksa memang merupakan versi utama dan bukan duplikasi dari URL lain.
Langkah 3: Periksa Robots.txt
Robots.txt digunakan untuk mengatur halaman atau resource yang boleh diakses crawler.
Periksa apakah konfigurasi robots.txt secara tidak sengaja memblokir bagian penting website.
Namun, jangan menggunakan robots.txt sebagai pengganti noindex.
Google menjelaskan bahwa URL yang diblokir robots.txt masih dapat ditemukan melalui link dari tempat lain, meskipun Google tidak dapat melakukan crawl terhadap kontennya. Jika tujuan sebenarnya adalah mencegah halaman muncul di Google, gunakan mekanisme yang sesuai seperti noindex.
Langkah 4: Periksa Apakah Artikel Bisa Diakses dengan Normal
Artikel yang ingin diindeks harus dapat diakses oleh Googlebot.
Periksa apakah halaman menghasilkan status HTTP yang normal.
Masalah seperti:
- 500 Internal Server Error
- 502 Bad Gateway
- 503 Service Unavailable
- redirect berantai
- redirect ke halaman yang tidak relevan
dapat mengganggu proses crawling dan pemrosesan halaman.
Google juga menggunakan HTTP status code untuk memahami kondisi halaman ketika melakukan crawling.
Langkah 5: Pastikan Konten Utama Bisa Dibaca Google
Jangan hanya memeriksa apakah halaman dapat dibuka di browser.
Periksa juga apakah konten utama artikel benar-benar tersedia pada halaman yang dirender.
Hal ini penting terutama jika website menggunakan JavaScript untuk menampilkan konten.
Google melakukan rendering terhadap halaman dan menjalankan JavaScript tertentu untuk memahami halaman. Namun, konten utama sebaiknya tetap tersedia dengan struktur yang dapat dipahami crawler.
Langkah 6: Evaluasi Kualitas Artikel
Jika tidak menemukan masalah teknis, jangan langsung menyalahkan Google Search Console.
Justru di tahap ini kita perlu bertanya:
“Kalau saya menjadi pembaca, apakah artikel ini benar-benar memberikan alasan untuk dibaca sampai selesai?”
Google menyatakan bahwa sistemnya memprioritaskan konten berkualitas dan berguna. Google juga tidak menjamin setiap halaman akan di-crawl, diindeks atau ditampilkan di hasil pencarian.
Periksa Apakah Artikel Terlalu Tipis
Jumlah kata bukan satu-satunya ukuran kualitas.
Artikel 1.500 kata bisa saja lebih buruk daripada artikel 700 kata jika sebagian besar isinya hanya pengulangan.
Yang perlu diperiksa adalah apakah artikel tersebut sudah menjawab kebutuhan pembaca.
Tanyakan:
- Apakah masalah utama sudah dijelaskan?
- Apakah langkah penyelesaiannya jelas?
- Apakah ada contoh nyata?
- Apakah pembaca mendapatkan informasi tambahan?
- Apakah artikel memiliki sudut pandang atau pengalaman yang berbeda?
Periksa Kemiripan dengan Artikel Lain
Kesalahan lain adalah membuat beberapa artikel dengan pembahasan yang hampir sama.
Misalnya memiliki artikel:
- Cara memperbaiki artikel tidak terindeks Google
- Cara mengatasi artikel tidak muncul di Google
- Cara membuat artikel cepat terindeks
- Cara agar postingan masuk Google
Jika semuanya membahas masalah dan search intent yang sama, jangan otomatis membuat empat artikel berbeda.
Pertimbangkan apakah beberapa artikel tersebut lebih baik digabungkan menjadi satu panduan yang lebih lengkap.
Tambahkan Pengalaman dan Bukti
Artikel akan terasa lebih kuat jika memiliki pengalaman nyata.
Misalnya, jangan hanya menulis:
“Periksa URL menggunakan Google Search Console.”
Jelaskan juga apa yang Anda lihat ketika melakukan pemeriksaan.
Contohnya:
- status URL sebelum diperbaiki;
- masalah yang ditemukan;
- perubahan yang dilakukan;
- kapan URL diminta untuk di-crawl ulang;
- perubahan status setelah diperbaiki.
Jika memungkinkan, tambahkan screenshot Google Search Console milik sendiri.
Ini membuat artikel lebih konkret dan membantu pembaca mengikuti prosesnya.
Langkah 7: Periksa Search Intent Artikel
Artikel yang tidak terindeks juga layak diperiksa dari sisi search intent.
Pastikan judul dan isi artikel benar-benar menjawab tujuan pencarian pengguna.
Misalnya keyword:
cara mengatasi artikel tidak terindeks Google
Pengguna kemungkinan membutuhkan solusi.
Jadi artikel seharusnya tidak berhenti pada definisi indexing, tetapi harus memberikan langkah diagnosis dan solusi.
Struktur yang lebih masuk akal misalnya:
- Memahami status Crawled - currently not indexed.
- Mengecek URL Inspection.
- Memeriksa noindex.
- Memeriksa canonical.
- Memeriksa robots.txt.
- Mengevaluasi kualitas artikel.
- Memperbaiki internal linking.
- Meminta Google melakukan crawl ulang.
Langkah 8: Perbaiki Internal Linking
Artikel baru sebaiknya tidak berdiri sendirian.
Hubungkan artikel tersebut dengan artikel lain yang masih relevan.
Misalnya artikel tentang indexing dapat terhubung dengan:
- Google Search Console
- SEO teknis
- Internal linking
- Search intent
- Audit artikel lama
Google menjelaskan bahwa halaman yang penting sebaiknya dapat ditemukan melalui navigasi atau link dari halaman lain. Sitemap juga membantu penemuan URL, terutama pada website tertentu, tetapi tidak menjamin indexing.
Contoh Internal Linking
Misalnya dalam artikel ini kita membahas URL Inspection.
Kita dapat memberikan link ke artikel:
Cara Menggunakan Google Search Console untuk Pemula
Kemudian pada artikel tersebut, berikan link kembali ke artikel tentang masalah indexing.
Dengan begitu, kedua artikel menjadi bagian dari satu kelompok topik.
Langkah 9: Perbaiki Judul dan Struktur Artikel
Judul harus menggambarkan isi artikel secara jelas.
Hindari judul yang terlalu sensasional jika isi artikel tidak memberikan solusi yang dijanjikan.
Contoh judul yang lebih jelas:
Cara Mengatasi Artikel Blog Tidak Terindeks di Google Search Console
Struktur artikel juga sebaiknya mudah dipindai.
Gunakan heading untuk membagi pembahasan menjadi bagian yang jelas.
Contohnya:
- H2: Apa Arti Crawled - Currently Not Indexed?
- H2: Cara Mengecek Artikel di Search Console
- H2: Cara Memeriksa Masalah Teknis
- H3: Periksa Noindex
- H3: Periksa Canonical
- H3: Periksa Robots.txt
- H2: Evaluasi Kualitas Artikel
- H2: Perbaiki Internal Linking
Struktur seperti ini juga membantu pembaca menemukan bagian yang mereka perlukan.
Langkah 10: Optimalkan Artikel dengan Yoast SEO
Jika menggunakan WordPress, Yoast SEO dapat digunakan sebagai alat bantu untuk mengevaluasi struktur dan keterbacaan artikel.
Yoast memiliki dua analisis yang relevan, yaitu SEO Analysis dan Readability Analysis. SEO Analysis memeriksa sejumlah elemen seperti focus keyphrase, judul, meta description dan link. Readability Analysis membantu mengevaluasi struktur tulisan, termasuk panjang kalimat, paragraf, subheading dan penggunaan transition words.
Gunakan Focus Keyphrase
Untuk artikel ini, focus keyphrase yang dapat digunakan adalah:
artikel blog tidak terindeks
Letakkan secara natural pada:
- SEO title
- URL
- paragraf pembuka
- subheading yang relevan
- meta description
- beberapa bagian isi
Jangan memasukkan keyword secara berlebihan.
Yoast sendiri menyarankan agar focus keyphrase digunakan secara wajar dan tidak dipaksakan ke setiap heading.
Gunakan Subheading yang Jelas
Artikel yang panjang sebaiknya dibagi menggunakan H2 dan H3.
Ini membuat artikel lebih mudah dipindai oleh pembaca.
Yoast juga menggunakan subheading distribution sebagai salah satu bagian dari readability analysis.
Gunakan Paragraf yang Pendek
Hindari membuat satu paragraf berisi terlalu banyak kalimat.
Untuk artikel tutorial, satu ide utama sebaiknya dijelaskan dalam beberapa kalimat yang mudah dipahami.
Gunakan Transition Words
Gunakan kata penghubung seperti:
- Namun
- Selain itu
- Karena itu
- Dengan demikian
- Sementara itu
- Selanjutnya
- Di sisi lain
Penggunaan transition words membantu membuat hubungan antaride lebih jelas dan menjadi salah satu pemeriksaan readability Yoast.
Jangan Memaksakan Semua Lampu Harus Hijau
Jika target Anda adalah mendapatkan hasil hijau pada Yoast, optimalkan artikel berdasarkan rekomendasi plugin.
Namun, jangan mengorbankan kualitas tulisan hanya untuk mengejar warna hijau.
Yoast sendiri menjelaskan bahwa tidak semua traffic light harus hijau. Readability dan SEO analysis merupakan alat bantu untuk memperbaiki konten, bukan jaminan bahwa artikel akan ranking.
Langkah 11: Tambahkan Link Eksternal yang Relevan
Jika artikel menjelaskan fitur Google Search Console, sumber resmi Google dapat digunakan sebagai referensi.
Misalnya, ketika menjelaskan proses indexing, gunakan dokumentasi resmi Google Search Central.
Link eksternal bukan berarti artikel kehilangan otoritas.
Justru sumber yang relevan dapat membantu pembaca memeriksa informasi lebih lanjut.
Langkah 12: Minta Google Crawl Ulang
Setelah masalah teknis dan kualitas konten diperbaiki, gunakan URL Inspection untuk meminta Google melakukan crawl ulang.
Namun, jangan melakukan request indexing berkali-kali dengan harapan prosesnya menjadi lebih cepat.
Google menjelaskan bahwa permintaan crawl tidak menjamin halaman langsung masuk hasil pencarian. Proses crawling juga dapat memerlukan waktu mulai dari beberapa hari hingga beberapa minggu.
Jadi setelah melakukan perbaikan:
- Perbaiki masalah teknis.
- Perbaiki kualitas artikel.
- Tambahkan internal link.
- Pastikan sitemap sudah benar.
- Request indexing satu kali.
- Berikan waktu kepada Google untuk memproses perubahan.
Checklist Artikel yang Mengalami “Crawled - Currently Not Indexed”
Sebelum meminta indexing ulang, gunakan checklist berikut:
- URL dapat dibuka dengan normal.
- Artikel tidak menggunakan
noindex. - Robots.txt tidak memblokir halaman secara tidak sengaja.
- Canonical mengarah ke URL yang benar.
- Konten utama dapat dibaca Google.
- Artikel menjawab search intent.
- Artikel tidak terlalu tipis.
- Artikel tidak sekadar mengulang artikel lain.
- Artikel memiliki informasi atau pengalaman yang bernilai.
- Artikel memiliki internal link yang relevan.
- Artikel memiliki struktur H2 dan H3 yang jelas.
- Judul sesuai dengan isi.
- Meta description sudah dibuat.
- Focus keyphrase digunakan secara natural.
- Readability sudah diperiksa.
- Artikel memiliki link ke sumber relevan jika diperlukan.
- Artikel sudah diperiksa kembali setelah perubahan.
Apakah Artikel yang Tidak Terindeks Harus Dihapus?
Tidak selalu.
Jangan menghapus artikel hanya karena beberapa hari belum masuk indeks.
Pertama, periksa apakah artikel memang memiliki masalah teknis atau kualitas.
Jika artikel masih relevan dan memiliki potensi membantu pembaca, perbaiki terlebih dahulu.
Namun, jika ternyata terdapat beberapa artikel dengan pembahasan hampir sama, Anda dapat mempertimbangkan untuk menggabungkannya menjadi satu halaman yang lebih lengkap.
Pendekatan ini biasanya lebih masuk akal daripada mempertahankan banyak halaman yang memiliki tujuan pencarian sama.
Berapa Lama Harus Menunggu Setelah Request Indexing?
Tidak ada waktu pasti.
Google menyebut proses crawling dapat berlangsung dari beberapa hari hingga beberapa minggu. Request indexing juga bukan jaminan halaman langsung masuk indeks.
Karena itu, jangan menjadikan beberapa jam atau satu hari sebagai patokan bahwa artikel mengalami masalah.
Yang lebih penting adalah melihat apakah setelah perbaikan dilakukan, halaman tetap memiliki masalah yang sama dalam jangka waktu yang wajar.
Kesimpulan
Status “Crawled - currently not indexed” tidak otomatis berarti website mengalami kerusakan teknis.
Status tersebut menunjukkan bahwa Google sudah melakukan crawl terhadap URL, tetapi halaman belum masuk indeks pada saat pemeriksaan.
Karena itu, solusi terbaik bukan sekadar menekan tombol Request Indexing.
Mulailah dengan pemeriksaan teknis seperti noindex, robots.txt, canonical, HTTP status dan akses Googlebot.
Setelah itu, evaluasi kualitas artikel.
Pastikan artikel benar-benar menjawab search intent, memiliki informasi yang cukup, tidak terlalu mirip dengan artikel lain, mempunyai internal link yang relevan dan memberikan nilai tambah kepada pembaca.
Jika menggunakan WordPress, Yoast SEO dapat membantu mengevaluasi focus keyphrase, struktur tulisan dan readability. Namun, lampu hijau Yoast sebaiknya dianggap sebagai panduan optimasi, bukan jaminan indexing atau ranking.
Setelah semuanya diperbaiki, barulah lakukan request indexing dan berikan waktu kepada Google untuk memprosesnya.
Menurut saya, inti masalah indexing bukan sekadar bagaimana membuat Google mau memasukkan URL ke indeks, tetapi bagaimana membuat halaman tersebut layak untuk ditemukan, dibaca dan digunakan oleh manusia.
FAQ
1. Apa arti “Crawled - currently not indexed”?
Status tersebut berarti Google sudah melakukan crawl terhadap halaman, tetapi halaman belum dimasukkan ke indeks Google pada saat pemeriksaan.
2. Apakah “Crawled - currently not indexed” berarti artikel terkena penalti?
Tidak. Status tersebut sendiri bukan bukti bahwa website terkena penalti. Periksa kondisi teknis dan kualitas halaman terlebih dahulu.
3. Apakah Request Indexing bisa membuat artikel langsung terindeks?
Tidak ada jaminan. Google menyatakan bahwa permintaan crawl tidak menjamin halaman langsung masuk indeks. Prosesnya dapat membutuhkan waktu beberapa hari hingga beberapa minggu.
4. Apakah artikel harus memiliki banyak kata agar terindeks?
Tidak. Jumlah kata bukan satu-satunya ukuran kualitas. Yang lebih penting adalah apakah artikel memberikan jawaban yang lengkap, relevan dan berguna bagi pembaca.
5. Apakah internal link membantu indexing?
Internal link membantu Google menemukan halaman penting dalam website. Google juga menjelaskan bahwa halaman penting sebaiknya dapat dijangkau melalui navigasi atau link dari halaman lain.
6. Apakah sitemap menjamin artikel terindeks?
Tidak. Sitemap membantu Google menemukan URL, tetapi Google secara eksplisit menyatakan bahwa sitemap tidak menjamin URL akan di-crawl atau diindeks.
7. Apakah Yoast SEO hijau menjamin artikel terindeks?
Tidak. Yoast SEO membantu mengevaluasi elemen SEO dan readability, tetapi skor hijau bukan jaminan indexing atau ranking di Google. Yoast sendiri menjelaskan bahwa traffic light merupakan panduan untuk membantu mengoptimalkan konten.
8. Apakah artikel yang belum terindeks harus dihapus?
Tidak selalu. Jika artikelnya masih relevan dan bermanfaat, periksa masalah teknis dan tingkatkan kualitasnya terlebih dahulu. Artikel yang sangat mirip dengan halaman lain dapat dipertimbangkan untuk digabungkan.
9. Berapa lama Google membutuhkan waktu untuk mengindeks artikel?
Tidak ada waktu pasti. Google menyebut crawling dapat berlangsung dari beberapa hari hingga beberapa minggu, dan request indexing tidak menjamin indexing secara instan.
10. Apa yang harus dilakukan jika artikel tetap tidak terindeks?
Lakukan pemeriksaan ulang terhadap canonical, noindex, robots.txt, kualitas konten, search intent, internal linking dan kemiripan dengan halaman lain. Jika semua sudah diperbaiki, berikan waktu bagi Google untuk memproses halaman tersebut.
